Alarm rumah anti maling

alarm rumah pintu dan jendela

Apa sih Alarm Rumah Anti Maling Model RL-9805 itu?

Alarm Anti Maling Model RL-9805 untuk pengaman pintu rumah dan jendela. Pemasangan sangat mudah dan fleksibel, tanpa kabel, cukup ditempelkan di pintu atau jendela dengan menggunakan super double tape yang telah disediakan, memiliki kekuatan suara sangat keras hingga 90dB (A) bisa terdengar dari radius cukup jauh yang memberikan efek kejut sehingga membuat panik pencuri, batery sangat awet bisa bertahan sampai 1 tahun, produk sangat dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan rumah, harga produk sangat terjangkau, serta produk merupakan produk yang sangat populer di seluruh dunia.

Produk sejenis juga dijual di luar negeri dengan harga eceran @ US$7.95 (sekitar Rp 75,000,-). Silakan dilihat di: www.a1selfdefenseproducts.com

Produk sangat laku di pasaran karena sistem keamanan rumah merupakan kebutuhan mutlak bagi masyarakat untuk menjaga aset berharga yang dimilikinya.

Berita Terbaru:

Format SMS Order: ORDER ALARM ANTI MALING#JUMLAH ORDER#KOTA ANDA. Info lengkap di menu Order Pembelian.

Harga grosir hanya Rp 20.000,- per pcs, sudah termasuk 3 buah Batery di dalamnya. Alarm sudah siap pakai. NB: Jangan terkecoh alarm yang belum ada batery-nya (batery-nya dijual terpisah).
Minimal order 20 pcs (berat kiriman 1 KG).

:: ORDER / PEMESANAN PRODUK

Minimal Order dan Biaya Pengiriman:
Order minimal 20 (dua puluh buah)
Sehingga jumlah rupiahnya = 20 x Rp 20.000,- = Rp 400.000,- Ditambah beaya kirim JNE dengan berat 1 KG.

Contoh Hitungan:
Order 20 Alarm Anti Maling, tujuan Surabaya. Maka total yang harus ditransfer Rp 415.000,- (20 kotak = 400.000 + Bea kirim = 15.000)
HOT! Penawaran Khusus – Lebih MURAH:
Order 60 biji ke atas (5 lusin), harga super grosir @Rp 15.000,-

Cara Order:

SMS ke nomor sms center: 0815 6313 2579

Format SMS:
ORDER ALARM ANTI MALING#JUMLAH ORDER#KOTA#PROPINSI#KODEPOS
Contoh 1 (Order 20 Buah):

ORDER ALARM ANTI MALING#20 BUAH# SURABAYA#JAWA TIMUR#60134

Tunggu balasan dari kami. Kami akan kalkulasi terlebih dahulu jumlah uang yang harus ditransfer. Setelah itu, kami membalas sms dengan contoh format:

Silakan transfer Rp 160.000 ke BCA no: 0384303362 an. Asep Sholahudin atau BNI no: 0132026428 an. Asep Sholahudin. Setelah transfer, segera sms: KONFIRMASI TRANSFER#NAMA LENGKAP# ALAMAT LENGKAP#KOTA#KODE POS#NO HP ANDA.

Setelah menerima sms dari kami, silakan transfer uang sejumlah tersebut dalam sms (dalam contoh: Rp 160.000) ke salah satu rekening Bank kami. Setelah transfer, sms lagi kepada kami dengan contoh format:

Sudah ditransfer Rp 160.000,- via BNI#AGUNG WICAKSONO#Jl. Pumpungan II, Gang. Pandega Sakti no 12#SURABAYA#60134#081578700578

Kemudian kami akan mengecek pembayaran dari Anda. Kalo memang sudah benar, barang segera kita kirim ke alamat Anda pada hari itu (bila memungkinkan), kalo tidak memungkinkan, maksimal 1×24 jam barang kami kirim ke alamat Anda.
Pengiriman barang menggunakan jasa JNE

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Haruskah Anda Percaya Tritunggal? bagian IV

. BAGAIMANA DOKTRIN TRITUNGGAL BERKEMBANG?

SAMPAI di sini saudara mungkin bertanya: ‘Jika Tritunggal bukan ajaran Alkitab, bagaimana itu menjadi doktrin Susunan Kristen?’ Banyak orang berpikir bahwa ini dirumuskan pada Konsili di Nicea pada tahun 325 M.
Tetapi, hal itu tidak sepenuhnya tepat. Konsili Nicea memang meneguhkan bahwa Kristus adalah dari zat yang sama seperti Allah, dan hal ini menjadi fondasi untuk teologi Tritunggal di kemudian hari. Tetapi konsili ini tidak menyusun Tritunggal, karena dalam konsili itu sama sekali tidak
disebutkan mengenai roh kudus sebagai pribadi ketiga dari
suatu Keilahian tiga serangkai.

Peranan Konstantin di Nicea
SELAMA bertahun-tahun, ada banyak tentangan atas dasar Alkitab terhadap gagasan yang makin berkembang bahwa Yesus adalah Allah. Dalam upaya untuk mengakhiri pertikaian itu, penguasa Roma Konstantin memanggil semua uskup ke Nicea. Yang hadir kira-kira 300, sebagian kecil dari jumlah keseluruhan.

Konstantin bukan seorang Kristen. Menurut dugaan, ia belakangan ditobatkan, tetapi baru dibaptis pada waktu sedang terbaring sekarat. Mengenai dirinya, Henry Chadwick mengatakan dalam The Early Church: “Konstantin, seperti bapanya, menyembah Matahari Yang Tidak Tertaklukkan;… pertobatannya hendaknya tidak ditafsirkan sebagai pengalaman kerelaan yang datang dari batin… Ini adalah masalah militer. Pengertiannya mengenai doktrin Kristen tidak pernah jelas sekali, tetapi ia yakin bahwa kemenangan dalam pertempuran bergantung pada karunia dari Allah orang-orang Kristen.”

Peranan apa yang dimainkan oleh kaisar yang tidak dibaptis ini di Konsili Nicea? Encyclopaedia Britannica menceritakan:
“Konstantin sendiri menjadi ketua, dengan aktif memimpin pertemuan dan secara pribadi mengusulkan… rumusan penting yang menyatakan hubungan Kristus dengan Allah dalam kredo yang dikeluarkan oleh konsili tersebut, ‘dari satu zat dengan Bapa’… Karena sangat segan terhadap kaisar, para uskup, kecuali dua orang saja, menandatangani kredo itu, kebanyakan dari mereka dengan sangat berat hati.”

Karena itu, peran Konstantin penting sekali. Setelah dua bulan debat agama yang sengit, politikus kafir ini campur tangan dan mengambil keputusan demi keuntungan mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi mengapa? Pasti bukan karena keyakinan apapun dari Alkitab. “Konstantin pada dasarnya tidak mengerti apa-apa tentang pertanyaan pertanyaan yang diajukan dalam teologi Yunani,” kata A Short History of Christian Doctrine. Yang ia tahu adalah bahwa perpecahan agama merupakan ancaman bagi kekaisarannya, dan ia ingin memperkuat wilayah kekuasaannya.

Namun, tidak seorang uskup pun di Nicea mengusulkan suatu Tritunggal. Mereka hanya memutuskan sifat dari Yesus tetapi bukan peranan roh kudus. Jika suatu Tritunggal merupakan kebenaran Alkitab yang jelas, tidakkah mereka seharusnya mengusulkannya pada waktu itu?

Perkembangan Selanjutnya
SETELAH Konsili Nicea, perdebatan mengenai pokok ini terus berlangsung selama puluhan tahun. Mereka yang percaya bahwa Yesus tidak setara dengan Allah bahkan mendapat angin lagi untuk beberapa waktu. Namun belakangan, Kaisar Theodosius mengambil keputusan menentang mereka. Ia meneguhkan kredo dari Konsili Nicea sebagai standar untuk daerahnya dan mengadakan Konsili Konstantinopel pada tahun 381 M. untuk menjelaskan rumus tersebut.

Konsili tersebut menyetujui untuk menaruh roh kudus pada tingkat yang sama dengan Allah dan Kristus. Untuk pertama kali, Tritunggal Susunan Kristen mulai terbentuk dengan jelas.

Tetapi, bahkan setelah Konsili Konstantinopel, Tritunggal tidak menjadi kredo yang diterima secara luas. Banyak orang menentangnya dan karena itu mengalami penindasan yang kejam.

Baru pada abad-abad belakangan Tritunggal dirumuskan dalam kredo-kredo yang tetap. The Encyclopedia Americana mengatakan: “Perkembangan penuh dari ajaran Tritunggal terjadi di Barat, pada pengajaran dari Abad Pertengahan, ketika suatu penjelasan dari segi filsafat dan psikologi disetujui.”

Kredo Athanasia
TRITUNGGAL didefinisikan lebih lengkap dalam Kredo Athanasia. Athanasius adalah seorang pendeta yang mendukung Konstantin di Nicea. Kredo yang memakai namanya berbunyi:
“Kami menyembah satu Allah dalam Tritunggal… sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah; namun mereka bukan tiga allah, tetapi satu Allah.”

Tetapi, para sarjana yang mengetahui benar masalahnya setuju bahwa Athanasius tidak menyusun kredo ini. The New Encyclopasdia Britannica mengomentari: “Kredo itu baru dikenal oleh Gereja Timur pada abad ke-12. Sejak abad ke-17, para sarjana pada umumnya setuju bahwa Kredo Athanasia tidak ditulis oleh Athanasius (meninggal tahun 373) tetapi mungkin disusun di Perancis Selatan pada abad ke-5… Pengaruh kredo itu tampaknya terutama ada di Perancis Selatan dan Spanyol pada abad ke-6 dan ke-7. Ini digunakan dalam liturgi gereja di Jerman pada abad ke-9 dan kira-kira tidak lama setelah itu di Roma.”

Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam Susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman Allah, atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E. W. Hopkins menjawab: “Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja.”

Kemurtadan Dinubuatkan
SEJARAH yang tidak baik dari Tritunggal ini cocok dengan apa yang Yesus dan rasul-rasulnya nubuatkan akan terjadi setelah zaman mereka. Mereka mengatakan bahwa akan ada kemurtadan, penyelewengan, penyimpangan dari ibadat sejati sampai kembalinya Kristus, yaitu saat ibadat sejati akan dipulihkan sebelum hari manakala Allah membinasakan sistem perkara-perkara ini tiba.

Mengenai “Hari” itu, rasul Paulus mengatakan: “Sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka. ” (2 Tesalonika 2: 3, 7) Belakangan, ia menubuatkan: “Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.” (Kisah 20:29, 30) Murid-murid Yesus yang lain juga menulis mengenai kemurtadan ini dengan golongan pendetanya yang “durhaka.”-Lihat, misalnya, 2 Petrus 2: 1; 1 Yohanes 4:1-3; Yudas 3, 4.

Paulus juga menulis: “Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” -2 Timotius 4:3, 4.

Yesus sendiri menjelaskan siapa yang ada di balik kemurtadan dari ibadat sejati. Ia mengatakan bahwa ia telah menabur benih yang baik tetapi musuhnya, Setan, akan menabur lalang di ladang. Maka ketika muncul tunas pertama dari gandum, muncul juga lalang. Jadi, penyimpangan dari Kekristenan sejati harus diharapkan terjadi sampai tiba musim menuai, pada waktu Kristus akan membereskan perkara-perkara. (Matius 13:24-43) The Encyclopedia Americana mengomentari: “Ajaran Tritunggal dari abad ke-4 tidak dengan saksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula-mula mengenai sifat Allah; sebaliknya, ini adalah penyimpangan dari ajaran tersebut.”

Maka, dari mana asalnya penyimpangan ini?-1 Timotius 1: 6

Apa yang Mempengaruhi Hal Itu?

DI SELURUH dunia zaman purba, di Babel dulu, jibadat kepada dewa-dewa kafir yang dikelompokkan dalam tiga serangkai, sangat umum. Pengaruh itu juga umum di Mesir, Yunani, dan Roma pada abad-abad sebelum, selama, dan setelah Kristus. Dan setelah rasul-rasul meninggal, kepercayaan kafir tersebut menyusup ke dalam Kekristenan.

Sejarawan Will Durant mengatakan: “Kekristenan tidak memusnahkan kekafiran; ia menerimanya… Dari Mesir datang gagasan mengenai trinitas ilahi.” Dan dalam buku Egyptian Religion, Siegfried Morenz berkata: “Tritunggal merupakan hal yang terutama menyita perhatian para teolog Mesir… Tiga allah digabung dan diperlakukan seperti satu pribadi tunggal, disapa dalam bentuk tunggal. Dengan cara ini kekuatan rohani dari agama Mesir memperlihatkan hubungan yang langsung dengan teologi Kristen.”

Jadi, di Aleksandria, Mesir, tokoh-tokoh gereja dari akhir abad ketiga dan permulaan abad keempat, seperti Athanasius, memperlihatkan pengaruh ini pada waktu mereka merumuskan ide-ide yang mengarah kepada Tritunggal. Pengaruh mereka sendiri meluas, sehingga Morenz menganggap “teologi Aleksandria sebagai penghubung antara warisan agama Mesir dan Kekristenan.”

Dalam kata pengantar buku History of Christianity dari Edward Gibbon, kita membaca: “Jika Kekafiran ditaklukkan oleh Kekristenan, halnya juga benar bahwa Kekristenan telah dirongrong oleh Kekafiran. Keilahian yang murni dari orang-orang Kristen yang mula-mula… diubah, oleh Gereja Roma, menjadi dogma trinitas yang tidak dapat dimengerti. Banyak dari kepercayaan kafir, yang diciptakan oleh orang-orang Mesir dan diidealkan oleh Plato, dipertahankan sebagai sesuatu yang patut dipercayai.”

A Dictionary of Religious Knowledge menyatakan bahwa Tritunggal “adalah suatu penyelewengan yang dipinjam dari agama-agama kafir, dan dicangkokkan ke dalam iman Kristen.” Dan The Paganism in Our Christianity berkata: “Asal usul [Tritunggal] seluruhnya kafir.”

Itu sebabnya, dalam Encyclopedia of Religion and Ethics, James Hastings menulis: “Dalam agama di India, misalnya, kita temukan kelompok tiga serangkai Brahma, Syiwa, dan Wisnu; dan dalam agama Mesir kelompok tiga serangkai Osiris, Isis, dan Horus… Bukan hanya dalam agama-agama dalam sejarah, kita temukan Allah dianggap sebagai suatu Tritunggal. Kita khususnya dapat mengingat pandangan Neo-Platonik mengenai Realitas yang Paling Tinggi,” yang “diwakili secara tiga serangkai.” Apa hubungan antara filsuf Yunani Plato dengan Tritunggal?

Platonisme
PLATO, menurut perkiraan, hidup dari tahun 428 sampai 347 sebelum Kristus. Meskipun ia tidak mengajarkan Tritunggal dalam bentuknya yang sekarang, filsafatnya membuka jalan untuk itu. Belakangan, gerakan filsafat yang mencakup kepercayaan kepada kelompok-kelompok tiga serangkai bermunculan, dan semua ini dipengaruhi oleh gagasan Plato mengenai Allah dan alam.

Nouveau Dictionnaire Universel (Kamus Universal Baru) bahasa Perancis mengatakan mengenai pengaruh dari Plato:
“Tritunggal menurut Plato, yang sebenarnya hanyalah penyusunan kembali dari tritunggal-tritunggal yang lebih tua dan berasal dari orang-orang zaman dulu, tampaknya merupakan tritunggal yang rasional dan filosofis dari sifat-sifat yang melahirkan ketiga hypostase (zat) atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gerejagereja Kristen… Konsep filsuf Yunani mengenai trinitas ilahi ini… dapat ditemukan dalam semua agama [kafir] kuno.”

The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge memperlihatkan pengaruh dari filsafat Yunani ini: “Doktrin mengenai Logos dan Tritunggal menerima bentuknya dari Bapa-Bapa Yunani, yang… sangat dipengaruhi, secara langsung atau tidak langsung, oleh filsafat Plato… Bahwa kesalahan dan kerusakan menyusup ke dalam Gereja dari sumber ini tidak dapat disangkal.”

The Church of the First Three Centuries mengatakan: “Doktrin Tritunggal dibentuk secara bertahap dan baru belakangan terhitung;… ia berasal dari sumber yang sama sekali tidak dikenal dalam Kitab-Kitab Suci Yahudi maupun Kristen;… ia tumbuh, dan dicangkokkan ke dalam Kekristenan, melalui tangan Bapa-Bapa pengikut Plato.”

Menjelang akhir abad ketiga M., “Kekristenan” dan filsafat Plato yang baru, berpadu secara tidak terpisahkan. Sebagaimana dinyatakan Adolf Harnack dalam Outlines of the History of Dogma, doktrin gereja kemudian “berakar dengan kuat di tanah Hellenisme [paham Yunani kafir]. Dengan demikian ini menjadi suatu misteri bagi bagian terbesar dari orang-orang Kristen.”

Gereja mengaku bahwa doktrin-doktrin barunya didasarkan atas Alkitab. Namun Harnack mengatakan: “Dalam kenyataan di kalangannya sendiri [gereja] mengesahkan spekulasi Hellenik, pandangan dan kebiasaan takhyul dari ibadat kafir yang bersifat misteri.”

Dalam buku A Statement of Reasons, Andrews Norton menyatakan tentang Tritunggal: “Kita dapat menelusuri sejarah doktrin ini dan menemukan sumbernya, bukan dalam wahyu Kristen, melainkan dalam filsafat Plato… Tritunggal bukan doktrin dari Kristus dan Rasul-Rasulnya, melainkan suatu fiksi dari sekolah para pengikut Plato.”

Jadi, pada abad keempat M., kemurtadan yang dinubuatkan oleh Yesus dan para rasul mulai berkembang penuh. Perkembangan dari Tritunggal hanya satu bukti dari ini. Gereja-gereja yang murtad juga mulai menganut gagasan kafir lain, seperti api neraka, kekekalan jiwa, dan penyembahan berhala. Secara rohani, Susunan Kristen telah memasuki abad-abad kegelapannya yang telah dinubuatkan, dikuasai oleh golongan pendeta “manusia durhaka” yang terus bertambah besar.-2 Tesalonika 2:3, 7.

Mengapa Nabi-Nabi Allah Tidak Mengajarkannya?
MENGAPA, selama ribuan tahun, tidak seorang pun dari nabi-nabi Allah mengajarkan umat-Nya mengenai Tritunggal?

Pada kesempatan terakhir, tidakkah Yesus akan menggunakan kecakapannya sebagai Guru Agung untuk menjelaskan Tritunggal kepada para pengikutnya? Apakah Allah akan mengilhami ratusan halaman dari Alkitab namun tidak menggunakan pengajaran ini untuk mengajarkan Tritunggal jika hal itu memang “doktrin utama” dari iman?

Apakah orang-orang Kristen harus percaya bahwa berabad-abad setelah Kristus dan setelah mengilhami penulisan Alkitab, Allah akan mendukung perumusan suatu doktrin yang tidak dikenal oleh hamba-hamba-Nya selama ribuan tahun, doktrin yang merupakan “misteri yang tidak dapat dimengerti” “di luar jangkauan akal manusia,” doktrin yang diakui mempunyai latar belakang kafir dan “sebagian besar adalah masalah politik gereja?”

Bukti dari sejarah sudah jelas: Ajaran Tritunggal adalah penyimpangan dari kebenaran, kemurtadan darinya.

Bersambung ke yg “D”

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Apa yang Diajarkan oleh Bapa-Bapa Pra-Nicea
BAPA-BAPA pra-Nicea diakui sebagai guru-guru agama yang terkemuka pada abad-abad permulaan setelah kelahiran Kristus. Apa yang mereka ajarkan patut diperhatikan.

Justin Martyr, yang meninggal kira-kira tahun 165 M., menyebut pramanusia Yesus sebagai malaikat yang diciptakan yang “tidak sama dengan Allah yang menciptakan segala perkara.” Ia mengatakan bahwa Yesus lebih rendah daripada Allah dan “tidak pernah melakukan sesuatu kecuali yang Pencipta… ingin ia lakukan dan katakan.”

Irenaeus, yang meninggal kira-kira tahun 200 M., mengatakan bahwa pramanusia Yesus keberadaannya terpisah dari Allah dan lebih rendah daripada Dia. Ia memperlihatkan bahwa Yesus tidak setara dengan “Allah yang benar dan satu-satunya,” yang “lebih tinggi di atas segala-galanya, dan selain Dia tidak ada yang lain.”
Clement dari Aleksandria, yang meninggal kira-kira tahun 215

M, menyebut Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia sebagai “suatu ciptaan” tetapi menyebut Allah sebagai “yang tidak diciptakan dan tidak dapat binasa dan satu-satunya Allah yang benar.” Ia mengatakan bahwa sang Anak “adalah nomor dua setelah satu-satunya Bapa yang mahakuasa” tetapi tidak setara dengan Dia.

Tertullian, yang meninggal kira-kira tahun 230 M., mengajarkan keunggulan Allah. Ia berkata: “Sang Bapa berbeda dari Anak (yang lain), karena Ia lebih besar; sebagaimana yang memperanakkan berbeda dari yang diperanakkan, ia yang mengutus berbeda dari dia yang diutus.” Ia juga berkata:
“Ada masanya ketika sang Anak tidak ada… Sebelum semua perkara ada, Allah berada sendirian.”

Hippolytus, yang meninggal kira-kira tahun 235 M., mengatakan bahwa Allah adalah “Allah yang esa, Pribadi yang pertama dan satu-satunya, Khalik dan Tuhan dari semua,” “tidak ada yang [memiliki umur yang sama] dengan Dia… Tetapi Ia adalah Esa, berada sendirian; yang, karena menghendakinya, membuat ada apa yang dulunya tidak ada,” seperti misalnya pramanusia Yesus yang diciptakan.

Origen, yang meninggal kira-kira tahun 250 M., mengatakan bahwa “sang Bapa dan Anak adalah dua hakekat… dua hal sehubungan dengan pokok dasar mereka,” dan bahwa “dibandingkan dengan Bapa, [Anak] adalah terang yang sangat kecil.”

Meringkaskan bukti sejarah, Alvan Lamson mengatakan dalam The Church of the First Three Centuries: “Doktrin Tritunggal yang modern dan populer… tidak mendapat dukungan dari bahasa Justin [Martyr]: dan pernyataan ini dapat diperluas sehingga berlaku juga untuk semua Bapa pra-Nicea; yaitu, untuk semua penulis Kristen selama tiga abad setelah kelahiran Kristus. Memang, mereka berbicara mengenai sang Bapa, Anak dan… Roh kudus, tetapi tidak sebagai [pribadi-pribadi] yang setara, tidak berjumlah satu zat, tidak sebagai Tiga dalam Satu, dalam arti apapun yang sekarang diterima oleh para penganut Tritunggal. Justru sebaliknyalah yang merupakan fakta.”

Jadi, bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya.

Bersambung ke yag “C”

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under telaah

Haruskah Anda Percaya Tritunggal? bagian II

A. BAGAIMANA TRITUNGGAL DIJELASKAN?

GEREJA Katolik Roma berkata: “Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen…
Jadi, dalam kata-kata Kredo Athanasia: ‘sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.’ Dalam Tritunggal ini… Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa.”-The Catholic Encyclopedia.

Hampir semua gereja lain dalam Susunan Kristen menyetujuinya. Misalnya, Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Tritunggal “doktrin dasar dari Kekristenan,” bahkan mengatakan: “Orang Kristen adalah orang-orang yang menerima Kristus sebagai Allah.” Dalam buku Our Orthodox Christian Faith, gereja yang sama berkata: “Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai… Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya. Sang Anak adalah Allah sepenuhnya. Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya.”

Jadi, Tritunggal dianggap sebagai “satu Allah dalam tiga Pribadi.” Masing-masing dikatakan tidak mempunyai permulaan, ada dari kekal sampai kekal. Masing-masing dikatakan mahakuasa, dan masing-masing tidak lebih besar atau lebih kecil daripada yang lainnya.

Apakah gagasan demikian sukar dimengerti? Banyak orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan, bertentangan dengan akal sehat, benar-benar sulit dipahami.

Bagaimana mungkin, sang Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan roh kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan hanya satu Allah?

“Di Luar Jangkauan Akal Manusia”
KEBINGUNGAN ini tersebar luas. The Encyclopedia Americana mengatakan bahwa Tritunggal dianggap “di luar jangkauan akal manusia.”
Banyak orang yang menerima Tritunggal menganggapnya demikian. Monsignor Eugene Clark berkata: “Allah itu satu, dan Allah itu tiga. Karena tidak ada ciptaan yang seperti ini, kita tidak dapat mengertinya, tetapi menerimanya saja.”

Kardinal John O’Connor berkata: “Kami tahu ini suatu misteri yang sangat dalam, yang sama sekali tidak kita mengerti.”
Dan Paus Yohanes Paulus II berkata mengenai “misteri yang tidak dapat dimengerti tentang Allah Tritunggal.”
Jadi, A Dictionary of Religious Knowledge berkata: “Tepatnya apa doktrin itu, atau bagaimana hal itu harus dijelaskan, para penganut Tritunggal pun tidak mencapai kata sepakat di antara mereka sendiri.”

Maka, kita dapat mengerti mengapa New Catholic Encyclopedia berkata: “Hanya sedikit diantara guru-guru teologi Tritunggal di seminari-seminari Katolik Roma yang pada suatu waktu tidak dipojokkan oleh pertanyaan, ‘Tetapi bagaimana kita akan berkhotbah tentang Tritunggal?’ Dan jika pertanyaan itu merupakan gejala kebingungan di pihak para siswa, kemungkinan hal itu juga merupakan gejala kebingungan yang serupa di pihak guru-guru mereka.”

Kebenaran dari pernyataan di atas dapat dibuktikan dengan mengunjungi suatu perpustakaan dan memeriksa buku-buku yang mendukung Tritunggal. Tak terhitung banyaknya halaman yang ditulis dalam upaya untuk menjelaskannya. Namun, setelah bersusah payah memeriksa istilah-istilah teologi yang membingungkan dan penjelasannya, para peneliti masih tetap tidak puas.

Mengenai ini, imam Yesuit Joseph Bracken mengatakan dalam bukunya What Are They Saying About the Trinity?: “Para imam yang dengan cukup banyak upaya telah mempelajari…
Tritunggal selama tahun-tahun mereka di seminari tentu saja ragu-ragu untuk menyampaikannya kepada jemaah mereka dari mimbar, bahkan pada hari Minggu. Tritunggal… Untuk apa seseorang akan membuat umatnya bosan dengan sesuatu yang pada akhirnya pun tidak akan mereka mengerti dengan benar?”
Ia juga berkata: “Tritunggal adalah soal kepercayaan formal, namun hal itu hanya sedikit atau tidak [berpengaruh] dalam kehidupan dan ibadat Kristen sehari-hari.” Meskipun demikian, ini adalah “doktrin utama” dari gereja-gereja!
Teolog Katolik Hans Kung menyatakan dalam bukunya Christianity and the World Religions bahwa Tritunggal merupakan satu alasan mengapa gereja-gereja tidak berhasil membuat kemajuan yang berarti di kalangan orang bukan Kristen. Ia berkata: “Bahkan orang Muslim yang terpelajar,
sama sekali tidak dapat mengerti, sebagaimana juga orang-orang Yahudi sebegitu jauh tidak dapat memahami, gagasan mengenai Tritunggal… Perbedaan yang dibuat oleh doktrin Tritunggal antara satu Allah dan tiga hypostase [zat] tidak memuaskan orang Muslim, yang bukannya merasa mendapat penjelasan, tetapi justru merasa bingung, oleh istilah-istilah teologi yang berasal dari bahasa Syria, Yunani, dan Latin.

Orang-orang Muslim menganggap ini semua permainan kata… Mengapa seseorang ingin menambahkan sesuatu kepada gagasan mengenai keesaan dan keunikan Allah yang hanya dapat mengencerkan atau meniadakan keesaan dan keunikan itu?”

“Bukan Allah yang Suka Pada Kekacauan”
BAGAIMANA doktrin yang begitu membingungkan seperti Tritunggal muncul? The Catholic Encyclopedia menyatakan:
“Sebelum adanya penyingkapan Ilahi, diperlukan sebuah dogma yang misterius seperti itu.” Sarjana Katolik Karl Rahner dan Herbert Vorgrimler menyatakan dalam Theological Dictionary mereka: “Tritunggal… dalam arti yang sesungguhnya…, adalah suatu misteri yang tidak dapat dipahami tanpa wahyu ilahi, dan bahkan setelah disingkapkan tidak dapat dimengerti sepenuhnya.”

Tetapi, dengan berkukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang begitu membingungkan karena berasal dari wahyu ilahi, mereka menciptakan problem besar lain. Mengapa? Karena dalam wahyu ilahi itu sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Allah: “Allah… bukan Allah yang suka pada kekacauan.”-1 Korintus 14:33, Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

Mengingat pernyataan itu, mungkinkah Allah akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan sehingga bahkan para sarjana Ibrani, Yunani, dan Latin tidak dapat menjelaskannya?
Selain itu, apakah orang-orang harus menjadi teolog untuk dapat ‘mengenal satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang telah Ia utus?’ (Yohanes 17:3) Jika demikian halnya, mengapa begitu sedikit dari para pemimpin agama Yahudi yang terpelajar mengakui Yesus sebagai Mesias?

Sebaliknya, murid-muridnya yang setia, adalah petani-petani, nelayan, pemungut cukai, ibu-ibu rumah tangga yang sederhana. Orang-orang sederhana tersebut begitu yakin dengan apa yang Yesus ajarkan tentang Allah sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada orang lain dan bahkan rela mati demi kepercayaan mereka-Matius 15:1-9; 21: 23-32, 43; 23:13-36; Yohanes 7:45-49; Kisah 4:13.

http://www.facebook.com/reqs.php#/inbox/?folder=[fb]messages&page=6&tid=1263053973755

Bersambung ke yg “B”

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under telaah

Haruskah Anda Percaya Tritunggal? bagian 1

“Saksi Jehovah sebagai salah satu sekte Kristiani Unitarian menjelaskan
akidah mereka: menentang Trinitas yang dipercaya oleh Kristen mainstream”

Haruskah Anda Percaya Tritunggal?
Saksi Jehovah sebagai salah satu sekte Kristiani Unitarian menjelaskan
akidah mereka: menentang Trinitas yang dipercaya oleh Kristen mainstream.
HARUSKAH ANDA MEMPERCAYAINYA?

APAKAH anda percaya kepada Tritunggal? Kebanyakan orang dalam usunan Kristen percaya. Bagaimanapun juga, selama berabad-abad itu merupakan doktrin utama dari gereja-gereja.

Mengingat hal ini, anda tentu berpikir bahwa tidak mungkin ada yang perlu diragukan mengenai Tritunggal. Namun ada, dan belakangan bahkan beberapa dari para pendukungnya telah menambah seru perdebatannya.

Mengapa pokok pembicaraan seperti ini harus mendapat lebih banyak perhatian? Karena Yesus sendiri berkata: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Jadi seluruh masa depan kita bergantung pada mengenal sifat yang sebenarnya dari Allah, dan hal itu berarti memeriksa sampai ke akar dari perdebatan mengenai Tritunggal. Maka, tidakkah sebaiknya anda mengujinya sendiri?-Yohanes 17:3.

Ada berbagai konsep Tritunggal. Tetapi pada umumnya ajaran Tritunggal adalah bahwa didalam Keilahian ada tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus; namun, bersama-sama, mereka hanya satu Allah. Doktrin itu mengatakan bahwa ketiganya setara, mahakuasa, dan tidak diciptakan, telah ada kekal selama-lamanya dalam Keilahian.

Namun, orang-orang lain berkata bahwa doktrin Tritunggal itu palsu, bahwa Allah Yang Mahakuasa berdiri sendiri sebagai Pribadi yang terpisah, kekal, dan mahakuasa. Mereka mengatakan bahwa Yesus dalam keberadaannya sebelum menjadi manusia, adalah sama seperti para malaikat, pribadi roh yang terpisah yang diciptakan oleh Allah, dan untuk alasan ini ia pasti mempunyai permulaan. Mereka mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah setara dengan Allah Yang Mahakuasa dalam arti apapun; ia selalu tunduk kepada Allah dan masih tetap demikian. Mereka juga percaya bahwa roh kudus bukan pribadi tetapi roh dari Allah, tenaga aktif-Nya.

Para pendukung Tritunggal mengatakan bahwa ini didasarkan, tidak hanya pada tradisi agama tetapi juga pada Alkitab. Para pengritik doktrin tersebut mengatakan bahwa itu bukan ajaran Alkitab, sebuah sumber sejarah bahkan berkata: “Asal usul [Tritunggal] sama sekali kafir.”-The Paganism in Our Christianity.

Jika Tritunggal benar, akan merendahkan Yesus jika dikatakan bahwa ia tidak pernah setara dengan Allah sebagai bagian dari suatu Keilahian. Namun jika Tritunggal salah, akan merendahkan Allah Yang Mahakuasa, jika ada pribadi lain yang dikatakan setara dengan Dia, dan bahkan lebih buruk lagi untuk menyebut Maria sebagai “Bunda Allah.” Jika Tritunggal salah, sungguh tidak menghormati Allah untuk mengatakan, seperti ditulis dalam buku Catholicism: “Jika [orang] tidak menjaga Kepercayaan ini utuh dan tidak tercela, [mereka] pasti akan lenyap untuk selamanya. Dan Kepercayaan Katolik adalah: kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal.”

Jadi, ada alasan-alasan yang baik mengapa anda seharusnya ingin mengetahui kebenaran mengenai Tritunggal. Tetapi sebelum memeriksa asal usulnya dan pengakuannya sebagai kebenaran, ada gunanya jika doktrin ini didefinisikan lebih terinci. Tepatnya, apa sebenarnya Tritunggal itu? Bagaimana para pendukungnya menjelaskan ajaran itu?

Bersambung……!!!

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under telaah

cara boros untuk mati ( bag 2 )

Untuk diketahui, menurut badan kesehatan dunia, kalau tidak ada langkah penanggulangan yang lebih konkret, tahun depan diperkirakan 6 juta orang mati disebabkan rokok. Artinya bagi mereka telah kecanduan rokok telah memilih cara kematiannya dengan senang hati dan mengeluarkan biaya dengan boros pula.

Bayangkan, di Indonesia saja konon setiap tahunnya sekitar 154.723 triliun rupiah dihabiskan untuk memilih cara kematian yang sangat digemari ini. Hitung-hitungannya 365 hari x Rp 6.000,00 /bungkus x 70,650 juta orang. Walaupun tentu saja tidak semua perokok sukses meraih kematiannya dengan sebab rokok, namun gejala itu tetap menghantui orang-orang yang masih memandang penting kesehatan bagi kehidupan manusia. Konon, hitungan tersebut tidak jauh berbeda dengan produksi rokok 230 miliar batang per tahun. Padahal Allah berfirman, “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS, al-Baqarah [2]: 195). Ayat ini jelas mengandung larangan penjerumusan ke dalam kebinasaan oleh dirinya sendiri.

Dengan mengacu pada kenyataan tersebut di atas, merokok jelas sudah memiliki unsur menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan seperti dilarang dalama ayat tersebut. Apatah lagi dalam proses penjatuhan diri dalam kerusakan yang dilakukannya disertai dengan keborosan. Akibatnya ada dua kesalahan besar bagi perokok. Pertama, memenuhi unsur penjerumusan diri ke dalam kebinasaan. Kedua, melakukan keborosan yang juga sama dilarang dan dibenci oleh Allah Swt. “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah menghambur-hamburkan (hartamu) dengan boros sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya setan. Dan setan itu sangat inkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’ : 26-27). “Allah membenci untukmu perbuatan menyia-nyiakan harta.” (HR, Bukhari dan Muslim).

Ternyata, Indonesia adalah surga bagi orang yang memilih kematiannya dengan cara boros melalui pengisapan rokok. Lebih dari 400.000 rakyat Indonesia setiap tahun mati sia-sia meregang nyawa akibat merokok. Sekarang ini posisi Indonesia menjadi bangsa perokok terbesar kelima di dunia setelah Rusia. Hasil survei tentang Kesehatan Rumah Tangga dari Departemen Kesehatan 2003 menyatakan bahwa terdapat 31,4 % dari jumlah penduduk Indonesia yang merokok. Kalau penduduk Indonesia pada saat ini berjumlah 225 juta saja, artinya terdapat 70,650 juta orang yang merokok.

Atas dasar itu logis kalau fatwa ulama internasional terhadap rokok cenderung seragam mengharamkannya. Hal itu pula yang menjadi salah satu sandaran fatwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) nomor: 18/mf-dd/iv/1427/2006 yang menetapkan bahwa merokok hukumnya haram.
Akan tetapi, dasar sudah kecanduan, para pemburu kematian dengan cara boros ini melakukan penolakan terhadap fatwa rokok ini dengan alasan dampak ekonomis. Padahal keuntungan industri rokok yang jumlahnya sangat besar hanya dinikmati segelintir orang, yaitu pemilik perusahaan. Sedangkan buruh rokok tetap hidup dalam lingkaran kemiskinan. Terhadap alasan ini, KH. Ali Mustafa Yaqub menganalogikannya dengan judi, miras, dan prostitusi yang sama melibatkan banyak pekerja. Apakah alasan terlibatnya banyak orang dalam bisnis-bisnis seperti itu bisa dibenarkan, ketika jelas-jelas madlaratnya sudah di depan mata?

Demikian pula, alasan dampak sosial dan ekonomi seperti pengangguran yang dikhawatirkan timbul sebagai akibat dari pengaturan rokok, sebenarnya tidak juga kuat. Sebab ada dampak sosial dan ekonomi jangka menengah dan panjang yang jauh lebih besar ketimbang pengangguran yang menimpa beberapa buruh atau orang-orang yang terlibat langsung dalam industri rokok.
Misalnya, dampaknya terhadap kesehatan yang ditimbulkan serta membengkaknya biaya pengobatan terhadap penyakit yang diakibatkan rokok jauh melebihi keuntungan yang didapatkan dari rokok itu sendiri. Demikian pula, angka usia harapan hidup turun mengakibatkan produktivitas masyarakat menurun yang berimplikasi pada penurunan tingkat ekonomi nasional.

Fachmi Idris dari IDI menyarankan agar segera diciptakan ‘manajemen transisi’ yang didukung seluruh lapisan masyarakat untuk mengonversi industri rokok menuju industri lain. Di sektor hulu, untuk petani tembakau, contohnya, perlu upaya diversifikasi tanaman tembakau ke tanaman lainnya, misalnya tanaman jarak untuk peningkatan produksi alternatif, seperti bioetanol, yang lebih menguntungkan. Di sektor hilir, untuk warung-warung rokok, diupayakan dibina lebih lanjut oleh retail-retail modern sehingga dapat menjual consumer good lainnya, seperti rokok. Wallahu A’lam.

http://www.facebook.com/search/?q=abu+ridha&o=2048&init=ffs#/note.php?note_id=171425583947

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Cara boros untuk mati ( bag 1 )

Meskipun kematian, sebagai proses akhir dari kehidupan dan ketiadaan nyawa dalam organisme biologis, pada umumnya ditakuti, namun anehnya banyak orang yang justru memburunya dengan penuh antusias. Mereka memilih-milih cara khas yang tepat buat diri mereka untuk mengakhiri hidup di alam dunia. Bahkan di Swiss ada organisasi nirlaba yang khusus menangani orang yang ingin mati atas kehendaknya sendiri, yakini bunuh diri. Konon, salah satunya adalah Exit. Untuk menjadi anggota yayasan itu, cukup membayar iuran tahunan setara Rp400.000-an. Bagi seluruh anggota yang terdaftar tak ada tambahan biaya jika ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Seluruh fasilitas yang memperlancar proses kematiannya disediakan oleh yayasan. Bagi mereka yang bukan anggota akan dikenai biaya yang lebih mahal.

Begitulah sebagian orang memilih cara kematiannya dengan amat sadar dan dengan mengeluarkan biaya cukup tinggi. Padahal tidak memilih-milih caranya pun semua orang pasti mati dan tidak akan bisa menghindar darinya. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,.” (QS, al-Nisa [4]: 78).

Sesungguhnya semua manusia pada akhirnya, diinginkan atau pun tidak, akan mati dan kemudian akan dibangkitkan kembali. Meskipun kematian merupakan sesuatu yang ingin dihindari, namun ia begitu lazim terjadi. Akibatnya, peristiwa yang pada umumnya ditakuti ini sesungguhnya sangat akrab dengan manusia sama akrabnya dengan kehidupan itu sendiri. Sebabnya ialah karena mati dan hidup adalah dua hal yang terus dipergilirkan.

Meski demikian, soal kematian tak henti-hentinya dipikirkan. Ia tetap menjadi sebuah misteri sama dengan misteri sesudah mati. Pada kenyataannya, kematian adalah pintu untuk memasuki alam lain, alam kubur, alam barzakh. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang meyakini bahwa kematian adalah gerbang menuju kehidupan di alam keabadian, maka kematian haruslah dihadapi dengan suatu persiapan agar bisa memasuki suatu dunia lain dengan damai. Kematian, bagi mereka, adalah suatu istirahat terakhirnya dalam perjalanan panjangnya.

Faktanya, selain kematian yang normal, apakah karena sakit, karena kecelakaan, atau karena sebab-sebab lain yang tidak diketahui manusia, banyak orang yang memilih cara kematiannya sendiri. Dari yang dapat dikategorikan beradab sampai ke yang tidak beradab. Sedangkan kemuliaan dan keberadaban dalam menentukan cara kematian umumnya ditentukan oleh motivasi dan penyebabnya, serta cara yang ditempuhnya.

Dari segi motivasi ada yang karena keyakinan, ada yang karena keputusasaan yang menekannya, dan ada pula yang karena kesenangan saja. Dari segi cara, ada yang rumit dan berliku-liku tetapi ada pula yang simple. Ada pula yang bisa dikategorikan mati dengan cara yang tidak indah, tidak terhormat dan tidak beradab. Sedangkan dari segi pembiayaan, ada yang mahal dan biaya tinggi bahkan cenderung boros sehingga tidak semua orang dapat menirunya dan ada pula yang murah meriah tapi cukup efektif untuk menghilangkan nyawanya.

Memilih cara kematian yang murah meriah misalnya dengan cara meminum racun serangga. Pada umumnya cara seperti itu dicap sebagi tidak beradab dalam memilih kematian buat dirinya sendiri. Sedangkan cara mati dengan biaya tinggi bahkan cenderung boros antara lain dengan mengisap rokok dalam waktu lama walaupun tidak selamanya perokok berhasil sukses membunuh dirinya sendiri dengan sebab merokok. Ironisnya, cara terakhir ini paling digemari, bukan hanya orang kaya tetapi juga kaum miskin, bukan hanya orang yang tidak tahu bahayanya tetapi juga kalangan berpendidikan. (Insya Allah masih ada sambungannya).

http://www.facebook.com/search/?q=abu+ridha&o=2048&init=ffs#/note.php?note_id=171425583947

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized